Mengintip Sensasi Rumah Natural Kontemporer
- Kategori Induk: ARSITEKTUR & DESIGN
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Kamis, 01 November 2012 21:06
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 8779
- 01 Nov
Elemen ‘berbau’ alam, warna-warna bumi dan langit, segarnya udara dan air, terkadang merupakan ‘harga mati’ yang disediakan Tuhan, agar manusia dapat memanfaatkannya jika ingin hidup damai dan bersahaja. Dedikasi manusia sebagai hamba Tuhan, salah satunya adalah menjaga alam tetap exist, terutama di lingkungan di mana kita berada dan tinggal.
Suasana asri dan bersahaja dengan alam kerap terasa sesaat mata menangkap sekilas perwujudan sebuah hunian yang sarat akan material alami, serta area hijau nan segar yang mengisi lahan resapan. Menyusuri setapak demi setapak rumah ini memberikan pengalaman berarsitektur yang sarat sense. Rumah yang terletak di bilangan Cipete, Tangerang ini merupakan salah satu dari sekian banyak karya arsitektural yang mengusung konsep natural kontemporer. Didesain oleh konsultan Je Feriasthama, rumah ini mengabungkan teknologi kekinian serta meyisipkan material alami pada bangunan, yang menjadikannya tampil kokoh sesuai zamannya.
Saat bebatuan disinggahi lumut, pohon semakin tinggi, genteng sedikit berubah warna, dan bambu menjadi agak kehitam-kehitaman, bangunan tetap berdiri kokoh, menjadikannya saksi bisu kisah hidup dan perjalanan sang empunya rumah. Dari luar, atap pelana pada bangunan merupakan view yang paling mencolok. Mencirikan secara gamblang arsitektur tropis yang dianutnya. Konstruksi bangunan menggunakan baja dan bambu, serta baja dan batu alam. Terdapat tiga massa bangunan pada area rumah ini, ketiganya membujur ke arah jalan.
Halaman depan yang luas, terlihat sesaat melewati gerbang. Selanjutnya, akan menemukan sebuah pintu masuk utama, yang kaya detail ukiran. Pintu ini menuju anak-anak tangga yang akan menghantarkan kita ke bangunan utama. Dari segi penataan pola tata ruang, penyampaian kesan yang tidak konvensional menjadi kekuatan desain rumah natural kontemporer ini. Perletakan ruang tamu yang berada di level dua, dimaksudkan untuk memberi sebuah suguhan sensasi desain saat kita hendak menuju ruang tamu. Sesampainya di level dua –masih pada area outdoor– , terdapat dua akses pintu masuk yang akan kita temukan. Salah satunya nampak sebuah massa bangunan kecil memanjang beratap pelana dengan pintu kayu berdesain etnik dan sarat detail. Pintu ini akan menghantarkan kita turun menyusuri anak-anak tangga menuju ruang-ruang yang berada di level satu, diantaranya ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan kamar anak. Tapi, untuk menuju ruang tamu, kita terlebih dahulu harus menyeberangi kolam ikan dengan cara menelusuri jalan-jalan setapak bebatuan. Sebuah pengalaman berarsitektur yang luar biasa, di mana elemen alam berupa view kolam ikan, serta termal udara yang segar dan menyejukkan, memberikan pesonanya yang kemilau menemani kita saat menelusuri batu-batu.
Bambu-bambu digunakan sebagai atap dan dinding. Meski nampak seperti bangunan semi-permanen, nilai artistik justru hadir dari susunan bambu-bambu ini sehingga membuatnya menjadi bangunan yang unik. Ikan yang meliuk-liuk di dasar kolam menambah sense of welcoming di rumah ini. Kesemuanya itu merupakan ucapan ‘selamat datang’ sang empunya rumah kepada tetamu, yang dikemas cantik untuk memberikan perasaan ‘takjub’ dan ‘syukur’ atas segala apa yang telah dikaruniakan Tuhan, yakni berupa alam semesta. Tatanan interior ruang hadir dengan sentuhan modern kontemporer. Semua itu tergambar dari pemilihan furnitur, aksesoris, serta pernakpernik pengisi ruang. Seperti nampak pada ruang tamu, sofa kulit warna hitam, dengan cushions warna merah hitam, warna yang kerap diidentifikasikan sebagai warna desain modern. Cat dinding dipilih warna beige, untuk memberi kesan lega, rileks dan sejuk. Sehingga suasana hangat kerap tercipta dari warna ini.
Beranjak lebih dalam, terdapat kamar tidur utama dan kamar tidur anak. Kamar tidur utama nampak lebih dingin berkat tema warna coklat yang dominan. Partisi dibuat berupa susunan kayu-kayu vertikal di belakang tempat tidur. Partisi simpel ini jadi terlihat cantik dengan lukisan. Lain halnya dengan desain kamar tidur anak. Elemen alam berupa bebatuan diaplikasikan pada salah satu sisi dinding ruang. Menjadikannya salah satu aksen pada ruang. Warna merah pada ruang ini menyiratkan kesan sensual, yang ditorehkan pada rug, salah satu sisi dinding ruang, dan bedsheet. Perpaduan kerasnya batu, dinginnya parket dan sensualnya merah, membuat ruang ini seakan memiliki energi yang sangat positif. Beranjak turun ke level satu, kita akan menapaki anak-anak tangga yang seakan melayang. Anak-anak tangga tertumpu pada sebuah beam besi. Sorotan cahaya lampu pada ujung permukaan atas di setiap dua anak tangga memberikan ambience menghangatkan.
Di level satu, ruang makan hadir dengan desain kontemporer. Natural, less detail, dan clean pada desain meja makan beserta kursi-kursinya merupakan satu-satunya furnitur kontemporer di ruang makan. Bukaan lebar dan memanjang membawa masuk segarnya pemandangan luar ke dalam ruang. Area belakang rumah seluruhnya dijadikan zona bersantai. Kolam renang dengan dak kayu di bagian pinggir kolam, serta area duduk berdinding bambu, ditambah lagi dengan halaman rumput yang luas. Hingga akhir penelusuran rumah ini, akan terbesit rasa sukur yang luar biasa atas karunia Tuhan berupa alam dan isinya. Air, tanaman, bebatuan, bambu, tanah, dan udara segar, kesemuanya dapat dinikmati hanya dengan mengelolanya, mengkreasikannya dan menghadirkannya pada rumah idaman kita. Dampak yang baik untuk kesehatan jasmani dan psikis, merupakan harga termahal yang kita dapati.




















