ICX Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Menyatukan Ekosistem Kopi Dengan Gaya Hidup Masyarakat. 

JAKARTA – Kopi kini telah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup yang identik dengan masyarakat Indonesia terutama di Jakarta. Survei menyatakan bahwa sekitar 58% responden mengonsumsi kopi setidaknya sekali sehari.

Fenomena ini menjadi fondasi utama diselenggarakannya Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 yang resmi dibuka pada 4 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan. Pada pameran ini, terdapat lebih dari 115 brand yang berpartisipasi memperkenalkan produknya pada pelaku dalam ekosistem kopi Indonesia mulai dari kopi, brand, roaster, pengelola kafe, barista, UMKM, komunitas, hingga penikmat kopi. 

Pembukaan ICX Jakarta 2026 dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Deputi Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM Ekraf Digital Ery Punta Hendraswara, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu, Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung, dan Direktur Dyandra Promosindo Michael Bayu A. Sumarijanto, serta Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A Kusumo. 

 Budaya Ngopi Sebagai Gaya Hidup Baru Masyarakat

Beragamnya jenis biji kopi di Indonesia menjadi salah satu poin yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam sambutannya di pembukaan ICX Jakarta 2026. 

“Indonesia menempati nomor empat kopi dunia, persentasenya antara 7-8% kontribusinya. Pelaku di Jakarta yang berkaitan dengan kopi hampir 193.000, jadi cukup besar sekali. Saya ingin kreativitas, pertemuan ide, dan inovasi dalam ruang-ruang seperti ini, apakah itu kopi, teh, atau lainnya, pemerintah DKI Jakarta memberikan ruang dan support sepenuhnya  untuk itu. Saya berharap Jakarta bisa menjadi hub utama untuk perkopian Indonesia.” 

Dalam sambutannya, Pramono turut menyebutkan adanya pergeseran gaya hidup masyarakat Jakarta yang selalu melibatkan kopi dalam kesehariannya. Perubahan gaya hidup ini yang kemudian menjadikan masyarakat kian memperhatikan kualitas produk, cita rasa, serta karakter kopi yang dikonsumsi. Sehingga, kopi tidak lagi berperan sebagai komoditas, melainkan bagian dari gaya hidup sekaligus ruang baru untuk berkembangnya brand, talenta, komunitas, dan peluang usaha baru.

Kesempatan Untuk Mendekatkan Kopi Dengan Masyarakat. 

Ketertarikan masyarakat akan kopi dapat ditumpahkan melalui rangkaian Indonesia Barista Championship (IBC) Region 1 Jakarta. Kompetisi ini dapat menjadi ruang bagi para barista untuk menunjukkan kemampuan atau talentanya sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap profesi barista menurut Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa.

“IBC menjadi ruang bagi para barista untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan karakter mereka dalam meracik kopi. Melalui kompetisi ini, masyarakat juga dapat melihat lebih dekat talenta-talenta yang berkembang di industri kopi Indonesia. Kami berharap semangat kompetisi di ICX dapat terus mendorong lahirnya talenta, ide, dan kolaborasi baru di industri kopi,” dalam sambutannya.

Bagi pengunjung yang hendak mengenal produk, serta memahami proses dibalik penyajian kopi yang menjadi bagian dari kesehariannya dapat berkunjung pada UNFILTERED Bars. Sesi ini memberikan kesempatan untuk pengunjung menikmati kopi dan berinteraksi langsung dengan pelaku industri. 

Kopi Sebagai Gaya Hidup yang Memutar Rantai Ekonomi

“Kopi hari ini bukan sekadar minuman, tetapi sudah menyatu dengan lifestyle. Komunitasnya banyak, ekosistemnya besar. Kami melihat market-nya besar, potensinya besar, sangat lokal, dan menyentuh banyak UMKM,” ujar Nixon L.P. Napitupulu selaku Direktur Utama BTN. 

Banyaknya peminat kopi menyebabkan kopi menjadi ekosistem yang menarik karena kini tidak hanya sebatas variabel gaya hidup, melainkan roda ekonomi yang luas. Mulai dari petani, pengolah, roaster, distributor, kedai kopi, barista, UMKM hingga konsumen. Hal ini selaras dengan Beyond Mortgage BTN. Perseroan tetap memperkuat bisnis utama di sektor perumahan sekaligus memperluas layanan untuk berbagai kebutuhan dan transaksi keseharian nasabah.