Resmi Dibuka, 23 Semarang Jadi Pusat Leisure dan Gaya Hidup Baru di Jawa Tengah
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Minggu, 24 Mei 2026 18:10
- Ditayangkan: Minggu, 24 Mei 2026 17:36
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 57
- Cetak
- 24 Mei
Kota Semarang resmi memiliki ikon urban baru. Pada Sabtu (23/5/2026), mixed-use lifestyle retail 23 Semarang resmi memulai operasional perdananya. Berlokasi strategis di kawasan terpadu POJ (Pearl of Java) City, Jalan Puri Anjasmoro, Semarang Barat, pembukaan pusat perbelanjaan ini langsung disambut antusiasme tinggi oleh masyarakat urban yang memadati area sejak siang hingga sore hari.

Kehadiran megaproyek seluas lebih dari 65.000 meter persegi ini diproyeksikan tidak hanya menjadi destinasi belanja, melainkan bertransformasi menjadi pusat gravitasi ekonomi baru di Jawa Tengah yang lebih hijau, inklusif, dan manusiawi.
Pergeseran Arah Perkembangan Urban Semarang
Selama beberapa dekade, pusat keramaian dan urat nadi komersial Kota Lumpia seolah "terkunci" di kawasan pusat kota lama, seperti Simpang Lima dan Jalan Pemuda. Kehadiran 23 Semarang—yang dikembangkan melalui kolaborasi strategis antara Paradise Indonesia (INPP) bersama Bina Nusantara (Binus)—menjadi penanda penting bergesernya arah perkembangan tata kota menuju kawasan pesisir utara.
Kompleks ini berdiri di atas lahan sudut (hoek) seluas sekitar 9 hektare yang difungsikan sebagai pusat hiburan dan gaya hidup, terintegrasi langsung dengan ekosistem pendidikan serta kawasan urban POJ City.
Sejak melangkah mendekati area mal, pengunjung langsung disuguhi akses jalan yang lebar, teduh, dan tertata rapi di bawah naungan koridor hijau pepohonan. Arsitektur bangunan 23 Semarang tampil mencolok dengan dominasi warna terakota yang hangat, membalut gubahan massa bangunan berbentuk oval unik yang dirancang secara tidak masif dan dinamis.

Director & CFO Paradise Indonesia, Surina, menegaskan bahwa Semarang merupakan salah satu kota dengan transformasi urban dan potensi pasar paling menjanjikan di Indonesia saat ini.
“Perkembangan kota yang sangat dinamis serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap destinasi gaya hidup modern menjadi alasan utama Paradise Indonesia memilih Semarang sebagai bagian penting dari ekspansi portofolio kami,” jelas Surina pada peresmian perdana, Sabtu (23/5/2026).
Bagi Surina, sebuah proyek properti tidak boleh sekadar menjadi bangunan fisik yang kaku, melainkan harus mampu menciptakan koneksi mendalam dengan budaya lokal dan ritme hidup masyarakat modern.
Konsep Eco Nature dan Pengalaman Experiential Retail
Sebagai mal terbesar di Jawa Tengah, 23 Semarang dirancang dengan konsep mixed-use lifestyle retail yang mengintegrasikan ruang sosial, hiburan keluarga, creative community hub, hingga konsep experiential retail.
General Manager 23 Semarang Shopping Center, Dian Widiyanti, menjelaskan bahwa pembeda utama mal empat lantai ini dengan pusat perbelanjaan lainnya adalah implementasi konsep eco nature yang mengedepankan efisiensi energi dan nilai keberlanjutan (sustainability).
“Pengunjung bisa menikmati suasana terbuka dan panorama alam yang indah. Dari sini, kita bisa melihat kemegahan Gunung Ungaran sekaligus menyaksikan pesawat yang sedang take off,” ungkap Dian.
Untuk kenyamanan pengunjung, 23 Semarang membagi kawasannya secara komprehensif:
-
Zona Ritel & Komunitas: Menampung sekitar 180 tenant nasional dan internasional. Beberapa brand global terkemuka yang langsung beroperasi di antaranya Pop Mart, Chagee, HOKA, Under Armour, Salomon, ChaTraMue, hingga flagship store terbesar di Jawa Tengah untuk Nike, Adidas, dan Columbia.
-
Zona Hiburan & Kuliner: Dilengkapi dengan wahana permainan keluarga Timezone serta area food court Eateria di lantai dua yang menyediakan pilihan kuliner halal maupun non-halal secara terpisah dan higienis.
Destinasi Leisure dan Pusat Aktivitas Komunitas
Lebih dari sekadar tempat belanja, 23 Semarang hadir sebagai sarana leisure yang utuh bagi pengunjung. Suasana terbuka di tengah mal dan panorama alam yang disajikan menjadi nilai lebih dari bangunan perbelanjaan ini. Pengunjung tidak sekadar bisa berbelanja brand-brand terkenal yang baru pertama kali hadir di Semarang, namun juga bisa berwisata dan bersantai bersama teman atau keluarga.

Untuk mendukung aksesibilitas kawasan, Paradise Indonesia juga bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dalam penyediaan transportasi massal berupa armada bus menuju area 23 Semarang. Langkah taktis ini diambil mengingat lokasinya yang relatif berada di kawasan pengembangan baru dan terpisah dari pusat kota lama.
Selain itu, berbagai event menarik dan aktivitas komunitas akan rutin digelar guna menghidupkan suasana, sekaligus menjadikan 23 Semarang sebagai pusat interaksi masyarakat yang dinamis, bukan hanya sekadar tempat berbelanja konvensional.
