Semen Merah Putih Tampilkan Inovasi Green Building di INTERCEM Asia 2026
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Jumat, 01 Mei 2026 09:23
- Ditayangkan: Jumat, 01 Mei 2026 09:23
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 69
- Cetak
- 01 Mei
Di tengah tekanan yang masih membayangi industri semen nasional maupun global, Cemindo Gemilang (CMNT) melalui brand Semen Merah Putih menghadirkan strategi berbeda. Perusahaan menekankan pentingnya sistem bisnis terintegrasi berbasis keberlanjutan (sustainability) yang tidak hanya membantu menurunkan emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong pertumbuhan bisnis.

Strategi ini menjadi sorotan saat Semen Merah Putih berpartisipasi dalam ajang INTERCEM Asia 2026 di Jakarta. Forum internasional ini mempertemukan pelaku industri semen dunia, mulai dari produsen, trader, hingga investor.
Di pasar global, Semen Merah Putih juga terus memperluas jangkauan ekspor ke kawasan Asia Pasifik, Oseania, Afrika, hingga Amerika. Melalui unit bisnis trading Aastar, perusahaan memperkuat distribusi produk semen dan klinker, baik dalam bentuk curah maupun kemasan, sesuai kebutuhan pasar.
Saat ini industri semen tengah menghadapi tantangan besar. Tingkat utilisasi produksi nasional hanya sekitar 51 persen akibat kelebihan kapasitas (overcapacity), sementara permintaan turun sekitar 2–2,5 persen pada 2025. Kondisi ini dipengaruhi perlambatan proyek infrastruktur dan situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Meski begitu, Semen Merah Putih justru mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,2 persen di wilayah operasional utamanya sepanjang 2025. Capaian ini menunjukkan strategi perusahaan yang fokus pada efisiensi dan integrasi sistem berjalan efektif.
“Di tengah kondisi industri yang penuh tekanan, kami melihat bahwa kunci daya saing bukan hanya pada skala, tetapi pada seberapa efisien sistem yang kita bangun. Di Semen Merah Putih, sustainability bukan sekadar komitmen lingkungan, tetapi menjadi fondasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing bisnis,” ujar Surindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk.
Sustainability Jadi Kekuatan Bisnis
Berbeda dari pandangan umum yang melihat sustainability sebagai beban, Semen Merah Putih justru menjadikannya kekuatan bisnis. Sejak 2016, perusahaan berhasil menurunkan intensitas karbon sekitar 21 persen, seiring peningkatan efisiensi energi dan optimalisasi proses produksi.
Salah satu langkah utamanya adalah penggunaan Waste Heat Recovery System (WHRS), yaitu teknologi yang memanfaatkan panas sisa produksi menjadi energi. Sistem ini mampu memenuhi sekitar 24 persen kebutuhan energi produksi klinker dan menekan emisi hingga 100.000 ton CO2.

Selain itu, berbagai program efisiensi energi juga berhasil menurunkan konsumsi listrik sekitar 3 kWh per ton klinker.
Efisiensi tidak hanya dilakukan di pabrik, tetapi juga di rantai pasok. Dengan penggunaan kendaraan listrik untuk logistik dan optimalisasi pelabuhan serta distribusi, perusahaan mampu mengurangi emisi sekitar 8.500 ton CO2 per tahun sekaligus meningkatkan kecepatan pengiriman.
Fokus pada Produk Ramah Lingkungan
Semen Merah Putih juga memperkuat portofolio produk semen rendah karbon. Saat ini sekitar 81 persen produknya merupakan non-OPC (Ordinary Portland Cement), lebih tinggi dibanding rata-rata industri yang berada di kisaran 71 persen.
Produk inovatif seperti hydraulic cement bahkan tumbuh hingga 636,5 persen pada 2025. Hal ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap material konstruksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Seluruh produk Semen Merah Putih juga telah mengantongi sertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GBCI), sebagian besar di level platinum. Perusahaan juga mendapat pengakuan dari World Cement Association serta penghargaan Sustainable Construction Material Award dalam ajang ARCH:ID 2025.
Perluas Pasar Ekspor
Secara kapasitas, Semen Merah Putih memiliki produksi sekitar 11,4 juta ton semen dan 7 juta ton klinker per tahun di Indonesia. Di Vietnam, perusahaan memiliki tambahan kapasitas 5 juta ton semen dan 3,2 juta ton klinker.
Kapasitas besar ini memperkuat posisi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas ekspor.
Menurut Samar Gurung, Head of Trading Aastar, pasar global kini tidak hanya melihat harga dan volume, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan, keandalan pasokan, dan efisiensi distribusi.
“Hal ini membuka peluang ekspor yang semakin luas bagi produk klinker dan semen dari Indonesia,” ujarnya.
Target 2026
Ke depan, Semen Merah Putih menargetkan pertumbuhan hingga dua kali lipat dibanding pertumbuhan pasar pada 2026. Perusahaan akan terus memperkuat inovasi berbasis sustainability dan memperluas peran sebagai mitra strategis pembangunan nasional maupun regional.
Partisipasi di INTERCEM Asia 2026 menjadi bukti bahwa di tengah persaingan industri yang semakin ketat, keberlanjutan bukan lagi sekadar pembeda, tetapi sudah menjadi kunci efisiensi, daya saing, dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.