Muslim Pro Hadirkan “Ramadan Re:Charge”, Temani Perjalanan Ibadah dengan Cara yang Lebih Personal
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Jumat, 06 Februari 2026 09:23
- Ditayangkan: Jumat, 06 Februari 2026 09:17
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 157
- 06 Feb
Ramadan sering kali menjadi momen refleksi sekaligus tantangan untuk menjaga konsistensi ibadah. Menjawab kebutuhan tersebut, Muslim Pro meluncurkan Ramadan Re:Charge, sebuah inisiatif Ramadan yang mengajak umat Muslim menjalani bulan suci dengan pendekatan yang lebih personal, empatik, dan berkelanjutan.
Diluncurkan dalam sebuah media briefing di Jakarta, Ramadan Re:Charge menegaskan peran Indonesia sebagai salah satu komunitas Muslim Pro paling aktif di dunia. Dengan lebih dari 180 juta unduhan secara global dan sekitar 3,6 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, Muslim Pro melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, tetapi juga komunitas yang terlibat secara nyata—mulai dari berbagi konten, berdiskusi di ruang komunitas, hingga berpartisipasi dalam inisiatif sosial.
“Indonesia adalah salah satu komunitas kami yang paling aktif dan berpengaruh,” ujar Nafees Khundker, Chief Executive Officer Muslim Pro. “Melalui Ramadan Re:Charge, kami ingin mendukung keterlibatan jangka panjang—bukan hanya semangat sesaat di awal Ramadan, tetapi perjalanan yang konsisten dan bermakna.”
Ramadan Tanpa Tekanan, Fokus pada Proses
Berbeda dari pendekatan yang menekankan intensitas, Ramadan Re:Charge hadir dengan pemahaman bahwa ibadah adalah perjalanan harian yang naik-turun. Kampanye ini dibangun di atas lima pilar utama—Re:Center, Re:Commit, Re:Connect, Re:Share, dan Re:Focus—yang merefleksikan dinamika emosi dan spiritual yang kerap dirasakan selama Ramadan.
Alih-alih mengejar target besar, Muslim Pro mengajak pengguna untuk kembali pada niat awal, merayakan progres kecil, dan membangun kebiasaan dengan cara yang lebih manusiawi.
Teknologi, Konten, dan Komunitas dalam Satu Ekosistem
Ramadan Re:Charge mengintegrasikan berbagai elemen dalam ekosistem Muslim Pro—mulai dari peningkatan pengalaman Al-Qur’an di aplikasi, konten reflektif berbasis keimanan, hingga interaksi komunitas digital melalui Ummah dan Ummah Pro.
Fitur Al-Qur’an tahun ini hadir dengan pengaturan target membaca yang bisa dipersonalisasi, pelacakan progres ibadah, fitur pendukung hafalan, serta AiDeen, chatbot berbasis kecerdasan buatan yang membantu pengguna memahami ayat Al-Qur’an secara kontekstual.
“Kami ingin fitur-fitur ini terasa relevan dengan kehidupan nyata—tidak kaku, dan bisa digunakan di berbagai momen,” jelas Siti Zahidah, Public Relations Manager Muslim Pro. “Fokus kami adalah kesinambungan, bukan sekadar angka.”
Cerita Lokal dan Aktivasi Nyata
Dari sisi hiburan dan storytelling, platform streaming Qalbox akan menghadirkan beragam konten keimanan selama Ramadan, termasuk Rise of Mercy, serial mikro Islami produksi Indonesia yang dikembangkan oleh Simpul Project dan dipimpin oleh Renaldy Agung Pratama, pemenang Stories by Muslim Pro 2025.
Interaksi komunitas juga diperkuat lewat kompetisi foto Ramadan berskala global di Ummah, dengan 10 peserta terpilih mendapatkan hadiah Badal Umrah.
Tak hanya di ranah digital, Muslim Pro juga akan turun langsung ke jalan lewat Roving Takjil pada 28 Februari 2026 di Jakarta. Food truck beridentitas Muslim Pro akan membagikan takjil di sepanjang rute antar masjid, dengan pemberhentian akhir di Masjid Istiqlal—sebuah simbol kebersamaan dan kepedulian di bulan suci.
Lebih dari Sekadar Ramadan
Bagi Muslim Pro, Ramadan Re:Charge bukan kampanye musiman, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menemani umat Muslim membangun kebiasaan positif—selama Ramadan dan seterusnya.
“Kami ingin Muslim Pro menjadi teman perjalanan spiritual, bukan hanya alat yang digunakan setahun sekali,” tutup Khundker.



















