DAIKIN Umumkan Pemenang Designer Awards 2025, Apresiasi Desain Hunian dan F&B Berbasis Teknologi Tata Udara
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Sabtu, 29 November 2025 11:20
- Ditayangkan: Sabtu, 29 November 2025 11:20
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 552
- 29 Nov
PT Daikin Airconditioning Indonesia kembali menggelar ajang tahunan Daikin Designer Awards 2025, kompetisi yang ditujukan untuk mengapresiasi karya arsitektur dan desain interior yang mampu menggabungkan estetika ruang dengan inovasi tata udara pada hunian maupun bangunan Food & Beverage (F&B). Tahun ini menjadi pencapaian terbesar sejak pertama kali diselenggarakan, dengan total lebih dari 1.700 peserta dari Indonesia dan Malaysia.

Sebanyak 21 penghargaan diberikan pada malam puncak penghargaan di Jakarta, setelah melalui proses kurasi dari tujuh kategori yang dibuka sejak April 2025.
Kolaborasi Regional Indonesia–Malaysia
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, Daikin memperluas cakupan ajang ini ke tingkat regional melalui kolaborasi dengan Malaysia. Selain membuka kesempatan partisipasi lintas negara, Daikin turut menggandeng DOMA Initiatives dan Malaysian Institute of Interior Designers (MIID) sebagai mitra strategis.
Di Indonesia, dukungan tetap diberikan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta dan Jawa Barat, serta Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta.
Sistem Penjurian dan Tema
Dengan tema besar “Originality”, kompetisi tahun ini menekankan pentingnya karakter desain yang autentik, fungsi ruang yang relevan, serta integrasi teknologi udara yang mendukung kenyamanan, kualitas hidup, dan keberlanjutan.
Penjurian dilakukan oleh tokoh desain dan arsitektur dari Indonesia dan Malaysia, di antaranya Tan Tik Lam, Cosmas Gozali, dan Alex Bayusaputro dari Indonesia, serta dari Adj. Prof. IDr. Joe WH Chan, IDr. Wong Pei San, Ar. MunInn Chan dari Malaysia. Sementara Daniel Mananta turut hadir sebagai juri tamu kategori karya konseptual.

Pemenang Daikin Designer Awards 2025
Untuk kategori Proyek Terbangun Arsitektur dan Desain Interior, GeTs Architects meraih posisi pertama melalui karya berjudul The Steric Spes, desain yang menonjol melalui permainan lapisan fasad blok beton berpola kisi. Pada kategori ini, Formzero dan Anima Interior masing-masing menjadi juara kedua dan ketiga.
Karya pemenang pada kategori konseptual terdiri dari dua kategori, hunian dan bangunan komersial untuk bidang usaha Food & Beverages yang diberikan pada masing-masing kelompok profesional dan mahasiswa.

Dari kelompok profesional, kategori konseptual arsitektur hunian dimenangkan Dreamlabs Architects dengan karya Weave yang mengambil inspirasi dari tradisi tenun melalui jalinan alam, tradisi dan kehidupan modern. Bersanding dengannya, Qhawarizmi Architect dan HOW’s, masing-masing menjadi juara kedua dan Daniel’s Choice.
Sedangkan bagi kategori konseptual arsitektur bagi bangunan bidang usaha Food & Beverages, Severus Andrew Febrian Aristoteles dengan karya berjudul In Praise of Nature menjadi pemenang utama dari bagian profesional. Karyanya lahir dari gagasan orisinal tentang menemukan keteraturan alam yang digambarkan lewat sebuah kanopi tunggal untuk menyatukan cahaya, bayangan dan keheningan.
Juara kedua dimenangkan Fihir Utomo Associate Architects, sementara Willis Kusuma Architects terpilih sebagai pemenang Daniel’s Choice.
Malam penganugerahan ini juga menjadi malam istimewa bagi Solenne Space sebagai agensi desain interior. Karyanya Defying The Ordinary: A Narrative of Bold Intimacy, mendapatkan dua penghargaan sekaligus yaitu kategori konseptual desain interior bagi hunian untuk kelompok profesional dan Daniel’s Choice. Karyanya berhasil menarik perhatian juri dengan mengusung gagasan dari eksplorasi keintiman dengan geometri pahatan, palet warna cerita dan material taktil.
Masih dari kategori yang sama, Cline & Morrow menjadi juara kedua dengan karyanya berjudul RL House. Pada kategori konseptual desain interior bagi bangunan bidang usaha Food & Beverages dari kelompok profesional, dimenangkan Helen Agustine Studio melalui karya berjudul Seribu Rasa Kemayoran. Karya ini mengambil konsep otentik rumah Jawa menjadi sebuah restoran Indonesia kontemporer.
Sementara AP Consultant dan Arkana Architect masing-masing memenangkan juara kedua dan Daniel’s Choice pada kategori yang sama.

Dari kelompok mahasiswa sendiri, karya yang masuk tak kalah menarik. Karya berjudul V House dari Syaukat Zidane, Micko Ferdinand Nusadi dan Rachmat Hidayat menjadi pemenang utama kategori konseptual desain interior hunian. Di bagian konseptual arsitektur hunian bagi kelompok mahasiswa, karya berjudul Umah Nataran terpilih sebagai pemenangnya. Ini merupakan hasil karya dua mahasiswa yaitu Muhammad Hendy Gymnastiar dan I Wayan Balitar Yana.
“Selamat kepada seluruh pemenang Daikin Designer Awards 2025. Kami berharap kompetisi ini terus menjadi ruang inspirasi dan edukasi untuk mendorong lahirnya desain hunian dan bangunan komersial yang lebih baik—estetik, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Shinji Miyata.



















