Lewat IKEA Play, Saatnya Wujudkan Kamar Anak yang Seru dan Penuh Ide
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Jumat, 07 November 2025 07:46
- Ditayangkan: Jumat, 07 November 2025 07:24
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 813
- 07 Nov
Kamar anak seringkali dianggap hanya sebagai tempat untuk beristirahat. Padahal nyatanya, kamar anak merupakan ruang belajar bagi anak untuk mengembangkan kemandirian dan menumbuhkan kreativitas. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk memilih dekorasi dan furniture yang tepat untuk kamar anak-anak.
Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA IndonesiaSri Honimah, Sales Enhancer Elysian Wallpaper, Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia danFabiola Priscilla, M.Psi, Psikolog Anak dalam acara IKEA PLAY 2025:
IKEA Indonesia kembali menghadirkan solusi praktis bagi keluarga untuk menciptakan kamar anak yang aman, nyaman, serta mendukung eksplorasi dan kemandirian. Melalui kampanye bertajuk “IKEA Play: Eksplorasi, Imajinasi, Inspirasi”, IKEA mengajak para orang tua untuk melihat kamar tidur anak sebagai ruang penting yang berperan besar dalam tumbuh kembang dan kreativitas mereka.
“Bagi IKEA, kamar tidur anak bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan ini adalah ruang belajar pertama bagi anak untuk mengembangkan kemandirian dan menumbuhkan kreativitas. Melalui kampanye ini, kami ingin menunjukkan bahwa menciptakan kamar impian anak tidak harus mahal atau rumit. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan mereka dan memilih solusi yang tepat,” ujar Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.

Melalui kampanye ini, IKEA berkomitmen untuk menciptakan keseharian anak yang lebih baik mulai dari kamar anak. Kamar anak kerap kurang mendapatkan perhatian dibanding ruang-ruang lainnya di rumah, dengan kampanye ini, IKEA mengajak orang tua untuk mulai melihat kamar anak sebagai ruang penting untuk tumbuh kembang anak.
Kamar Anak dan Dampaknya bagi Perkembangan Psikologis
Bagaimana kamar anak tersusun dan dihias juga dapat berdampak langsung terhadap kondisi psikologi mereka. Menurut Fabiola Priscila, M.Psi., psikolog anak, kamar tidur merupakan ruang pribadi pertama bagi anak, dan lingkungan di dalamnya sangat memengaruhi emosi serta kualitas tumbuh kembang mereka.
“Lingkungan yang terstruktur dan rapi membantu anak merasa tenang. Ini sangat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi saat belajar, hingga kemampuan mengatur emosi,” jelas Fabiola. Fabiola turut menambahkan bahwa anak harus memiliki pembagian zona di dalam kamarnya dengan fungsinya masing-masing yaitu zona tidur, zona bermain, dan zona belajar.
- Zona tidur harus tenang dan minim distraksi untuk memastikan kualitas istirahat anak.
- Zona bermain sebaiknya menyenangkan dan menstimulasi kreativitas anak dengan warna cerah, mainan edukatif, atau ruang bebas untuk bergerak.
- Zona belajar perlu dirancang untuk mendukung fokus, seperti menyediakan meja ergonomis, pencahayaan yang baik, dan tempat penyimpanan alat tulis yang tertata.
Tips Interior Kamar Anak
Alfinda Kristiana Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia membagikan tips dalam memilih interior agar dapat menciptakan kamar anak yang nyaman dan aman.
Berikut adalah 5 tips untuk menata kamar anak menjadi lebih nyaman:
- Gunakan perabot aman dan sesuai usia anak
- Memilih furnitur multifungsi
- Menggunakan pencahayaan yang baik dan meja belajar ergonomis
- Menyediakan penyimpanan yang mudah dijangkau
- Memberikan dekorasi
Selain fungsionalitas dan estetika, aspek keselamatan juga tidak boleh diabaikan. Sudut furnitur tumpul, material yang ramah anak, dan tata ruang yang memberi ruang gerak membantu anak bebas bereksplorasi dengan aman setiap hari. “Tujuan kami adalah membantu orang tua menciptakan kamar yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional, aman, sehingga dapat mendukung potensi anak,” ujar Alfinda.

Ketika anak memiliki ruang yang sesuai dengan kebutuhannya, mereka lebih semangat mengeksplorasi diri dan belajar mandiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kebutuhan anak berdasarkan usia dan minat, serta melibatkan mereka dalam memilih warna, tata letak, atau dekorasi agar kamar terasa personal dan mencerminkan karakter anak,” jelas Alfinda
“Tujuan kami adalah membantu orang tua menciptakan kamar yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional dan aman, sehingga mendukung potensi anak secara maksimal,” tambah Alfinda.
Selain fungsionalitas dan estetika, aspek keselamatan juga menjadi prioritas. Furnitur dengan sudut tumpul, material ramah anak, dan tata ruang yang memberi ruang gerak luas membantu anak bereksplorasi dengan aman setiap hari. (Vania Callysta)



















