Pencegahan Dini Kanker Paru lewat Skrining
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Senin, 02 Desember 2024 06:23
- Ditayangkan: Senin, 02 Desember 2024 06:18
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 521
- 02 Des
Angka kematian yag disebabkan kanker paru masih tinggi. Kasus kematian yang tinggi pada kanker paru disebabkan oleh keterlambatan penanganan pada pasien. Sebanyak 90 persen dari pasien kanker paru baru datang ke dokter setelah mereka memasuki stadium lanjut.
Global Observatory on Cancer (GLOBOCAN) tahun 2022 menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat 66.271 jumlah kasus baru dan sebanyak 34.339 jumlah kematian akibat kanker paru. Tingginya jumlah kasus dan kematian menandakan pentingnya pengendalian faktor risiko sebagai upaya pencegahan, diantaranya dengan melakukan skrining kanker paru.

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) didukung program “Dedikasi Untuk Negeri” dari Bank Indonesia, mengajak masyarakat melakukan skrining kanker paru, saat gelaran acara “Run For Healthy Lungs” yang diadakan di Pintu 6 Gelora Bung Karno, Jakarta. Minggu 1 Desember 2024.
Ajang ini diikuti oleh lebih dari 500 penyintas kanker, masyarakat peduli kanker, pelari antusias, dan masyarakat pada umumnya. Pada ajang tersebut, juga dilaksanakan kegiatan skrining kanker paru, edukasi tentang kanker paru, senam dan hiburan.
Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, mengatakan, “Run For Healthy Lungs merupakan ajang dalam rangkaian bulan kesadaran kanker paru, dan Yayasan Kanker Indonesia terus mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan skrining kanker paru sebagai upaya pengendalian faktor risiko kanker paru, mengingat kanker paru menempati urutan nomor dua kejadian kanker di Indonesia.”
Masyarakat dapat melakukan skrining kanker paru pada ajang “Run for Healthy Lungs” dengan scan QR Code Skrining Kanker Paru Untuk Orang Sehat, mengisi kuesioner profil risiko kanker paru, dan setelah dievaluasi, jika hasilnya menunjukkan “risiko rendah” maka hasilnya “aman”; namun jika memiliki “risiko tinggi”, direkomendasikan untuk segera melakukan tindak lanjut pemeriksaan medik.
Ketua Bidang Ilmiah Yayasan Kanker Indonesia, Prof. dr. Elisna Syahruddin, Ph.D., Sp.P(K), yang juga merupakan Guru Besar dalam bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, mengutarakan, “Skrining kanker paru diawali dengan pengisian kuesioner yang dikembangkan oleh para pakar paru dan kanker paru. Apabila hasil pra-skrining menunjukkan responden memiliki risiko tinggi, harus dilanjutkan dengan skrining kanker paru dan pemeriksaan medik lebih lanjut.”
Pentingnya Skrining
Jika sudah terkena kanker paru, penderitaan yang dialami menjadi multi-dimensi, termasuk gejala dan rasa sakit, kemampuan fungsional, kesejahteraan keluarga, kesejahteraan emosional, spiritualitas, fungsi sosial, kepuasan terhadap pengobatan, orientasi masa depan, seksualitas, intimasi dan citra tubuh, serta fungsi pekerjaan.[i]

Prof. Elisna menyampaikan “tips” mengurangi risiko kanker paru, sebagai berikut:
- melakukan skrining kanker;
- berhenti merokok, maupun perokok pasif;
- menghindari paparan radon atau gas radioaktif alami yang dapat menumpuk di rumah dan tempat kerja; waspada bahan kimia dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru;
- memperbaiki pola makan tinggi antioksidan, vitamin dan mineral;
- melakukan olahraga sedang setidaknya 150 menit setiap minggu;
- membatasi konsumsi alkohol.
“Jangan takut melakukan skrining kanker paru, sayangi diri Anda dan keluarga, terapkan pola hidup sehat untuk membantu mengurangi risiko kanker paru,” tambah Prof. Elisna.



















