RMHC Gelar Lelang Karya Seni untuk Kemanusiaan di Art Jakarta 2024
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Sabtu, 05 Oktober 2024 08:30
- Ditayangkan: Sabtu, 05 Oktober 2024 08:27
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 682
- 05 Okt
Art Jakarta 2024, salah ajang seni kontemporer terbesar di Asia, hadir bukan hanya untuk kolektor seni, tetapi juga untuk siapa pun yang ingin mengeksplorasi dunia seni rupa. Nyatanya, ajang ini juga mampu menjadi penghubung antara estetika dan kemanusiaan, lewat acara lelang karya seniman.
Kali ini Art Jakarta menggandeng Yayasan RMHC (Ronald McDonald House Charities) sebagai foundation partner. Berlangsung pada 4-6 Oktober di JI Expo, 11 seniman terkemuka seperti Arifien Neif dan Darbotz beserta karyanya berpadu untuk menyuarakan semangat RMHC, ”Keeping Families Close”.

Dua seniman muda, Abenk Alter dan Muklay, bahkan mempersembahkan karya khusus yang terinspirasi dari corat-coret beberapa pasien anak yang singgah di rumah singgah RMHC, sebagai wujud pengabadian memori ceria anak-anak ini bersama keluarganya selama masa perawatan. Di area VIP Lounge yang disediakan oleh Art Jakarta, para pecinta seni dan filantropis diajak untuk menjadi bagian dari kisah kemanusiaan ini.
Dan bagi yang ingin berpartisipasi lebih lanjut dapat mengikuti sesi Lelang Eksklusif, di mana hasil lelang kesebelas seniman akan didonasikan bagi pembangunan rumah singgah ke-4 RMHC di Kemanggisan, Jakarta Barat, dekat RS Harapan Kita dan RS Dharmais.
Rumah Singgah
Kehadiran rumah singgah baru ini akan memungkinkan RMHC untuk menampung jauh lebih banyak keluarga. Selama ini rumah singgah telah melayani tak kurang dari 1.600 keluarga pasien anak melalui tiga rumah singgah yang ada di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Denpasar. Rumah-rumah singgah ini begitu penting perannya bagi keluarga dari jauh selama mendampingi anaknya yang dirawat karena penyakit kronis.
Selain lelang, RMHC juga menghadirkan booth Bear4Love, yang menjual boneka beruang edisi terbatas. Produk ini bukan hanya cinderamata, tetapi juga sebuah bentuk dukungan bagi keluarga yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama proses perawatan anak mereka.
Booth ini juga menjadi tempat bagi pengunjung untuk lebih mengenal misi kemanusiaan RMHC dan bagaimana seni dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup.
Caroline Djajadiningrat, Ketua Yayasan RMHC Indonesia, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Art Jakarta memberikan peluang unik bagi RMHC untuk masuk ke dunia seni dalam menyampaikan pesan kemanusiaan.
"Kami percaya bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai lapisan masyarakat, dan melalui kolaborasi ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa setiap anak, bahkan saat mereka sakit dan jauh dari rumah, tetap berhak mendapatkan hak mereka—hak untuk bersama keluarga. Dengan seni sebagai medium, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak orang yang peduli dan ingin turut membantu."
Menurut dr Oktavia Lilyasari, SP, JP(K) Sekretaris Jendral PP Perk mengatakan, keluarga pasien anak PJB dari seluruh pelosok tanah air harus datang dan menetap selama beberapa lama di Jakarta. “Keluarga pasien PJB harus didampingi oleh keluarganya selama masa pengobatan. Mulai dari proses penetapan diagnosis sampai dengan intervensi secara bedah ataupun non bedah, yang bisa memakan waktu hingga dua bulan”

Perhimpunan Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyambut baik kerjasama dengan MRHC untuk mewujudkan terbangunnya rumah singgah bagi keluarga pasien anak PJB di RS Jantung Harapan Kita.
“Sometimes the real super heroes live in the heart of small children who fighting big battle. Mari kita bantu perjuangan anak-anak PJB yang sedang berperang untuk bisa menjadi generasi penerus yang sehat dan bisa berkontribusi membangun bangsa Indonesia,” ajak dr Octavia Lilyasari.
Art Jakarta 2024 tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati keindahan seni, tetapi juga menjadi jembatan untuk menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan. Lelang karya seni dan kegiatan di booth Bear4Love membuka peluang bagi para kolektor, pecinta seni, dan masyarakat luas untuk terlibat dalam kegiatan filantropi yang nyata, menggabungkan kecintaan pada seni dengan kontribusi sosial yang berdampak besar.



















