Siapkan Obligasi Korporasi di Semester II- 2024, Paradise Indonesia Usung Prinsip 4 M Pengembangan Proyek
- Kategori Induk: LIFESTYLE & LEISURE
- Diperbarui: Jumat, 07 Jun 2024 11:54
- Ditayangkan: Jumat, 07 Jun 2024 11:52
- Ditulis oleh adminrumahku
- Dilihat: 604
- Cetak
- 07 Jun
PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia, adalah perusahaan yang bergerak di bidang komersial, perhotelan, dan penjualan properti di Indonesia, dan memiliki recurring income 85% per 2023. Saat ini INPP memiliki 25 unit bisnis di 8 kota, diantaranya 6 properti komersial, 14 hotel serta 6 residen.
Enam properti komersial yang tersebar di Indonesia adalah Plaza Indonesia, Beach walk, The Plaza Office, Park 23, 23 Pascal dan yang saat ini sedang dalam tahap Pembangunan adalah 23 Semarang. Untuk hotel, perseroan menggunakan 8 merk hotel dari hotel bintang dua hingga bintang 5, dan kolektif secara total mengoperasikan sebanyak 2.445 kamar. INPP juga telah meluncurkan enam residen dengan total 2.201 unit.

Proyek yang dibangun oleh INPP focus pada desain ikonik dengan pertumbuhan berkelanjutan. Saat ini INPP mengusung misi 4 M dalam pengembangan proyeknya. Yaitu, middle up (kalangan menengah atas), mid size (proyek berukuran sedang - 40.000 m2), mixed use (konsep proyek gabungan antara ritel, hotel, dan development atau properti jual), dan major cities (lokasi proyek di kota-kota utama).
Hal itu diungkapkan Presiden Direktur Paradise Indonesia Anthony Prabowo Susilo dalam paparan publik 2024 INPP di Jakarta, Kamis (6/6/2024). Keberadaan IKN di Penajam Passer Utara, Kaltim, menjadi latar belakang INPP untuk ikut mengembangkan proyek di Kalimantan. Saat ini sedang disiapkan proyek baru berupa hotel dan ritel di Balikpapan, yang akan mulai dikembangkan akhir tahun 2024. Pemilihan konsep MICE ( Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions) hotel dirasa tepat, mengingat Balikpapan merupakan kota bisnis.
INPP saat ini sedang mengembangkan dan menyelesaikan tiga proyek prestisius, yaitu apartemen Antasari Place di Jakarta, 23 Paskal Shopping Center di Bandung (Extension), dan 23 Semarang Shopping Center. Proyek-proyek mixed-use komersial ini merupakan perpaduan berbagai fungsi dalam satu pengembangan yang diposisikan secara strategis untuk menciptakan lingkungan hidup yang dinamis.
INPP dikenal memiliki spesialisasi proyek perhotelan dan retail, ditambah beberapa proyek residensial (apartemen) untuk dijual atau property development. Karena itu 85% pendapatannya didapat dari hasil penyewaan (recurring income), sisanya dari penjualan properti.
Anthony mengatakan, ke depan INPP akan meningkatkan kontribusi pendapatan dari property development menjadi 20-30 persen, dengan mengembangkan proyek apartemen baru. Sudirman Suites Makassar yang bisa dikatakan sebagai apartemen highend termahal se-Makassar saat ini sudah terjual 86%. Unit apartemen untuk two bedroom Sudirman Suites adalah berkisar rata-rata 3 Milliar, sedangkan untuk three bedroom adalah berkisar 5-6 Milliar. Selanjutnya ada Apartemen Antasari Place di Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan tower 1 yang akan diserahterimakan mulai akhir tahun 2024, menyusul pengembangan tower 2 di tahun 2025.
Adapun untuk segmen perhotelan, Anthony mengatakan INPP mengembangkan konsep city hotel yang digabung dengan pusat belanja, salah satunya adalah Hotel Harris yang terletak di FX Sudirman. Konsep ini terbukti menguntungkan, karena Hotel akan selalu penuh karena tamu akan berulang dating menginap.

Obligasi Korporasi
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan yang dilaksanakan pada 6 Juni 2024, salah satu hasilnya adalah memberikan persetujuan bagi perusahaan untuk menerbitkan obligasi korporasi. Rencananya obligasi tersebut akan digunakan untuk proyek-proyek komersial, usaha perhotelan, dan inisiatif pengembangan properti.
Presiden Direktur & CEO INPP, Anthony P Susilo menjelaskan, “INPP berniat untuk mempercepat pertumbuhan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui aksi-aksi strategis ini Kami optimis untuk tumbuh lebih pesat lagi dan meraih pendapatan yang signifikan, terutama melalui aliran pendapatan berulang kami.”
Perusahaan meyakini aksi korporasi ini bisa mendapat respon positif dari publik setelah sebelumnya berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan berkat kontribusi besar dari recurring income.
Sebagai informasi, saat ini peringkat/outlook perusahaan dari Pefindo yang diperbarui pada 7 Jun 2023 adalah idBBB+ Stable. Peringkat tersebut diberikan berkat konsistensi INPP memenuhi target pendapatan baik melalui segmen reccurring income dan non-reccuring income serta posisi pasar yang baik dengan kualitas aset yang baik, dan merek jaringan hotel yang kuat.
Sebagai wujud keyakinan Perusahaan terhadap prospek pertumbuhannya, INPP juga telah menganggarkan belanja modal sebesar hampir Rp1 triliun untuk tahun fiskal ini. Modal tersebut akan disalurkan ke proyek-proyek yang sedang berjalan dan yang akan datang.