GREEN DESIGN DALAM INTERIOR

su lingkungan telah menjadi agenda penting bagi seluruh bangsa dan dunia. Hal-hal yang berhubungan dengan Green Design adalah urban planer, arsitek, interior designer, arsitek landscape, kontraktor, pemerhati lingkungan, pemerintah dan masyarakat.
Seorang desainer sebagai agent of change, sudah saatnya tidak hanya mendesain dengan pintar, tapi juga harus mencipta rancang bangun yang punya value. Tujuannya, menciptakan lingkungan hijau untuk masa depan yang sudah menjadi tuntuan saat ini. Dalam interior desain, para desainer dan praktisi yang terkait sebaiknya memahami persoalan lingkungan baik makro maupun mikro di lingkungan kita dan mencari upaya-upaya untuk memperbaikinya. Salah satu diantaranya adalah dengan memperhatikan  perbaikan lingkungan global serta penerapan prinsip-prinsip perencanaan yang ramah lingkungan di setiap  proses desain.
Green Design dalam interior menjadi Isu penting saat ini . Desainer dituntut untuk lebih sensitif terhadap global warming, energy efficiency dan water efficiency , atmosphere dan lingkungan alam. Kualitas  kehidupan di dalam ruangan (indoor) harus dipertahankan dengan tetap menciptakan desain yang inovatif dalam setiap proses desain yang di lakukan.
Our live have changed,..….kehidupan telah berubah disebabkan oleh  pengaruh perubahan iklim  dan kemajuan teknologi. Apapun yang dilakukan dalam desain interior harus berpikir maju, melangkah 50 tahun kedepan.
Karenanya, bagi desainer interior, sejak awal dalam proses desain, hendaknya telah dipikirkan hal-hal terkait green design, diantaranya dengan :
-   Memperhatikan kualitas produk dan material interior yang ramah         lingkungan (sustainable design )
-   Memperhatikan dampak kesehatan ( health  issues ).
-   Menggunakan tumbuhan / tanaman untuk menetralkan udara dan         memproduksi O2 dan mengeluarkan gas carbon, khususnya pada          design interior healthcare
-   System sanitasi yang baik.
-   Water conservation.
-   Desain  untuk masa yang akan datang harus mempertimbangkan         water conservation dan penggunaan daur ulang air (water recycling).         Karena diketahui, cadangan air makin lama makin menipis.
-   Think smart.
-   Saat ini desainer harus smart dalam memilih atau menentukan         produk-produk yang hendak digunakan. Semisal untuk produk         sanitair, dimana  telah banyak diproduksi produk-produk yang         mempertimbangkan segi water saving  dan energi saving.
-    Energy conservation
-    Sebaiknya mendesain dengan meminimalisasikan penggunaan         energy. (Less energy).
-    Memanfaatkan cahaya alami semaksimal mungkin, merupakan         salah satu cara untuk menyelamatkan penggunaan energy yang         benar
-   Memperhatikan berapa banyak sampah ‘waste’yang diproduksi         dalam setiap desain yang dikerjakan.
 -   Desain Interior yang tercipta  diharapkan mempertimbangkan          sustainable spaces’, kebersihan dan segi  higienis, eco friendly, dan         proses /system daur ulang.
Pada akhirnya dalam green design tetap tidak dapat dipisahkan dengan perubahan global, pengaruh teknologi, kesehatan dan kebersihan , efisiensi energy dan air. Dan sebagai desainer interior, salah satu tugasnya adalah meyakinkan klien akan pentingnya penerapan green design.