Cantik dengan Sentuhan Etnik
- Kategori Induk: PROPERTY & REFERENSI BISNIS
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Sabtu, 09 Juli 2011 07:00
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 7716
- Cetak
- 09 Jul

Interior bergaya etnik, tidak selalu identik dengan sesuatu yang “berat” yang penuh dengan ukiran atau serba antik.
Melalui penataan dan pemilihan pernik yang pas, kesan etnik pun tetap dapat ditampilkan. Meja dan credenza dari kayu solid yang menampilkan keindahan tekstur dan gurat kayu, berhasil menghidupkan suasana hangat ruangan. Lengkapi dengan elemen dekoratif bernuansa etnik, seperti pigura kaca, vas dan artwork unik yang berasal dari daerah tertentu. Agar eye-catching, tambahkan table runner warna merah. (Lokasi : Kediaman di apartemen Hampton’s Park.)
Secara harfiah, etnik berarti suku bangsa. Karenanya, gaya etnik biasanya diambil dari kebudayaan dan ciri khas suatu daerah tertentu. Gaya ini disukai karena memberi kesan hangat dan tidak membosankan dalam sebuah tatanan. Interior yang menerapkan gaya etnik, memiliki komponen yang banyak mengusung ukiran atau memakai elemen yang berasal dari alam. Material yang dekat dengan alam, biasanya jadi pilihan untuk mempertegas kesan etnik. Kayu, bambu dan batu, misalnya, yang bisa digunakan sebagai penutup lantai, dinding atau sebagai aksen pada sudut-sudut ruangan. Demikian pula untuk furnitur. Pilihannya masih berkisar dari material kayu atau bambu. Furnitur berukir dari Jepara, gebyok dari Kudus, bench kayu, tempat tidur berukir, seringkali jadi pilihan untuk memperkuat kesan etnik. Biasanya furnitur kayu gaya etnik terbuat dari jenis kayu solid, untuk menampilkan keindahan bentuk serta dan karakter gurat kayu yang kuat. Sedangkan untuk sentuhan dekoratif, banyak digunakan unsur kain tradisional seperti batik, tenun atau ulos dari Batak. Aplikasinya bisa pada sarung bantal kursi, tirai, table runner, atau biarkan menjuntai di sofa. Bench dari kayu solid memiliki detil ukiran yang diambil dari budaya China. Karakter hangatnya kayu, terpancar sangat kuat dari finishing kayu yang glossy. ( Lokasi : Kediaman Jonas Mulia). Memperkuat karakter Jawa. Sebagai pembatas antar ruang digunakan rono, yaitu pintu penghubung yang terbuat dari material kayu solid penuh ukiran dengan teknik tiga dimensi (dari depan dan belakang akan terlihat sama) dan finishing natural. ( Lokasi : Kediaman di Meruya, Jakarta / Desainer : Sakundria / Foto : Yitzak Alfredo Simanjunta
Kamar mandi pun bisa tampil dengan gaya etnik. Di area powder room, terdapat meja solid dengan cermin berdesain vintage dari bahan yang sama. Cermin berbingkai ukiran kayu digunakan untuk melengkapi area wastafel. Untuk mempertegas kesan etnik, sebuah credenza kayu dengan laci-laci berbahan jalinan enceng gondok, ditempatkan di ujung ruang.Menata hunian bergaya etnik tidak lantas harus menerapkannya secara keseluruhan. Pusatkan perhatian pada salah satu bidang atau sudut yang ingin ditonjolkan sebagai eye catching, atau dengan cara menempatkan beberapa pernik etnik pada sudut-sudut tertentu saja sebagai aksen, bisa menandakan tatanan etnik. Gaya etnik juga bisa dipadukan dengan gaya lain, semisal modern, kontemporer atau klasik. Sedangkan untuk menegaskan kesan etnik, bisa ditampilkan lewat permainan berbagai ornamennya. Namun yang perlu diperhatikan adalah, keselarasan antara tekstur dan ornamen. Jangan sampai tatanan menjadi “tabrakan” dan semrawut, karena Anda salah memadu padankan aksesoris dan pernik. Sudut ruang keluarga diisi perangkat furniture dari kayu solid yang kental dengan detil ukiran. Meja ini sejatinya adalah tempat tidur kuno, yang “disulap” menjadi wadah pajang aneka aksesoris.
Saat ada momen-momen tertentu, biasanya keluarga akan saling berkumpul dan bersilaturahmi. Pasti dibutuhkan sebuah ruang yang bersuasana hangat dan akrab. Tatanan ruang ini memadukan gaya klasik dengan sentuhan etnik sebagai aksennya.
Aplikasi sentuhan etnik di ruangan ini, dilakukan lewat selembar kain. Corak batik yang merujuk pada khasanah budaya makin menunjukkan eksistensinya. Tak hanya pada fesyen, batik pun menarik untuk diaplikasikan dalam interior. Tempatkan kain batik sebagai hiasan pada sofa. Jenis motif batik yang dipakai bisa berbeda-beda, asal masih dalam keselarasan warna. Selain pada sofa, kain batik juga digunakan sebagai table runner, dan sarung bantal kursi. Tak lupa, untuk menambah keharmonisan, sajikan pula kudapan untuk berbincang.
TIPS :
Aplikasi Gaya Etnik
- Pilih efek lampu berwarna kuning untuk memberi kehangatan pada ruangan.
- Gunakan spot lighting untuk menghidupkan suasana. Hindari penggunaan general lighting.
- Perhatikan perawatan koleksi pernik etnik dan artwork. Debu yang menempel pada detil dan sela-sela artwork, pasti membutuhkan perhatian khusus.