Bagai Menggapai Bintang

   Selain dapat menjadi solusi guna mengatasi masalah backlog perumahan nasionaal, hunian vertikal pun sesuai dengan gaya hidup masa kini. Gemerlap lampu perkotaan dan kerlip bintang di malam, terlihat jauh lebih indah pada sebuah hunian vertika. Menggapai bintang, itulah filosofi tinggal di hunian vertikal. Secara harafiah, jarak bintang di langit memang seolah terlihat jauh lebih dekat

di banding jika tinggal pada landed house. Selain itu, sebagian orang meyakini, tinggal di lokasi yang lebih tinggi akan mengundang keberuntungan sehingga lebih mudah menggapai impian. Ketinggian hunian, juga mencerminkan tingginya harapan sang penghuni bangunan tersebut. Inilah yang menyebabkan pangsa pasar hunian vertikal terus bertumbuh. Apalagi, jika hunian vertikal itu terletak di lokasi yang strategis seperti perumahan Daan Mogot Baru ( DMB ). Selain dekat dengan bandara internasional Soekarno – Hatta, juga berdekatan dengan dua jalur tol dalam kota dan memiliki gerbang masuk dilewati jalur Busway. Kondisi ini, sangat memudahkan mobilitas warga perumahan tersebut. Sky Terrace, adalah sebuah kondominium kelas menengah yang berlokasi di jantung DMB. Residensial terbaru yang di hadirkan PT Fassa tersebut, terdiri atas tiga tower yang merangkum 504 unit dengan luasan sekitar 35 - 68 m2 per unit. Pembangunan proyek ini dirancang dengan seksama dan menghadirkan berbagai konsultan ternama semacam DP Architect, PT. Indomegah, PT.Wiratman & Associates, PT. Metakom Pranata, PT. Lawang Ijo, PT. Korra Antarbuana, PT. Pakubumi Semesta, dan PT. Catur Bangun Mandiri. Hasilnya, tercipta sebuah hunian berkelas yang akan menjadi landmark jalan Daan Mogot Raya – Jakarta Barat. Adapun progres pembangunan hunian vertikal yang berlokasi tepat dibelakang Mal Matahari tersebut, telah mencapai lantai 16 ( enam belas ) pada akhir Februari 2013. Dengan demikian, tower Uluwatu ( 19 lantai ) dan Sanur
( 19 lantai ), diperkirakan dapat melakukan topping off pada Maret 2013. Sedangkan tower Pecatu ( 23 lantai ), segera menyusul pada bulan April 2013.
 
Terbukti Prospektif
   Sky Terrace, merupakan kondominium yang padat fasilitas. Selain tersedia Health Club dan beberapa sky lounge di setiap tower, terdapat lagoon pool yang dikelilingi oleh 18 commercial outlet - termasuk sebuah convenience store yang akan beroperasi 24 jam. Penghuni pun dapat menikmati koneksi internet dan TV kabel berteknologi GPon. Bahkan tersedia private lift pada tower Pecatu, sehingga penghuni dapat langsung menuju unit masing-masing tanpa perlu melalui lobi terlebih dahulu. Meski terkesan mewah, nyatanya harga per unit nya relatif terjangkau. Tipe one  bed room seluas 35 m² ditawarkan hanya senilai Rp 375 juta- an. Sedangkan tipe two bed room 48 m² dengan harga Rp 500 juta-an dan tipe three bed room 68 m² senilai Rp 775 juta-an. Tak heran, jika tower Uluwatu telah lama sold out. Adapun tower Sanur telah terjual 75 % dan tower Pecatu telah terjual 65 %. Tingginya angka transaksi memang tak lepas dari reputasi DMB. Konsumen telah membuktikan gurihnya berinvestasi properti diperumahan ini. Akibat keuntungan investasi yang diperoleh, banyak konsumen yang melakukan repeat order. Bahkan sulit ditemukan secondary residence di DMB yang berstatus on sale, lantaran penghuni lebih memilih untuk menahan kepemilikan properti mereka karena harga pasar residensial di DMB yang memang terus meningkat dari waktu ke waktu.