Mendandani Ruang Makan
- Kategori Induk: TIPS & ACCESSORIES
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Senin, 19 September 2011 17:36
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 8268
- 19 Sep
Kehadiran ruang makan, sama pentingnya dengan ruang keluarga dalam sebuah rumah. Karena disinilah, tercipta interaksi anggota keluarga secara hangat dan akrab.Sebelum mendandani ruang makan, coba cek lagi fungsi ruang makan di rumah Anda. Karena, saat ini keberadaan ruang makan sering menjadi ruang multifungsi. Yaitu sebagai ruang makan, tempat duduk sambil menonton televisi, tempat si kecil mengerjakan tugas atau juga sebagai meja kerja bagi pasangan.
Ruang makan terhubung dengan area pantry. Salah satu dinding dihiasi ambalan-ambalan untuk memajang aksesoris. Plafonnya berupa susunan kotak-kotak geometris, yang terpasang menggantung. Kombinas warna cokelat dan putih, dengan sentuhan finishing glossy dan duco, ditambah dengan lampu gantung berdesain organic dari bahan aluminium, memberi kesan modern yang kuat. (Lokasi : Casa Villa I, Jakarta Garden City, Jakarta/ Foto : Ricky P)
Yang harus diperhatikan dalam menata ruang makan
- Luas ruang ruang. Untuk ruangan kecil dan terbuka, tempatkan meja makan merapat pada satu dinding. Selain menghemat tempat, juga tidak mengganggu sirkulasi orang.
- Meja makan. Bentuk meja persegi empat, berkapasitas 2-4 orang praktis untuk keluarga keci. Meja bundar, memberi kesan akrab, namun kurang pas ditempatkan di sudut ruang.
- Jumlah kursi. Sesuaikan dengan kebutuhan (minimal sama dengan jumlah anggota keluarga) dan luas ruang. Tidak harus terpaku pada banyak kursi (6-8 kursi). Untuk ruangan kecil gunakan meja kecil atau meja bar dengan dua buah kursi, buat merapat ke dinding sehingga tersisa ruang kosong,
- Tata cahaya. Lampu gantung di atas meja makan, bisa menjadi penerangan sekaligus aksesori. Pilih lampu gantung berbahan transparan agar cahayanya terang tapi tidak menyilaukan.
- Aksesoris / elemen dekoratif. Tambahkan lampu hias menjulur rendah atau chandelier, selain sebagai penerangan tambahan, juga sebagai sentuhan estetika. Gunakan lukisan, hiasan dinding, art work, table runner, alas piring, ambalan pada dinding, atau kaca cermin pada salah satu dinding sebagai elemen dekoratif untuk mempercantik area ruang makan
- Olah plafon. Tepat diatas meja makan, plafon bisa diolah menjadi bentuk-bentuk menarik, misalnya dengan up atau drop ceiling dengan indirect lighting, atau dengan deretan balok-balok kayu yang tersusun pada plafon. Penggunaan material plafon yang berbeda pada area ini, bisa menjadi point of view ruangan.
- Area penyimpanan. Untuk menghemat tempat biasanya lemari penyimpanan ditempatkan menyatu dengan pantry. Manfaatkan dinding ruang makan untuk cabinet pantry atau rak-rak penyimpan terbuka.
Berani memilih warna
Bagian atas meja makan, seakan “dikelilingi” pita merah, yang menerus dari dinding hingga plafond. Pancaran sinardari botol-botol lilin di atas meja, menghasilkan efek pendar-pendar menarik pada plafond. Warna merah di area ruang makan, tepat untuk merangsang nafsu makan. (Lokasi : kediaman Jonas Mulia, Jakarta/Foto : Ricky P).
Aplikasi warna di ruang makan, dapat menciptakan mood dan nafsu makan. Warna yang kuat akan menciptakan suasana dramatis, atmosfer intim. Warna-warna yang tajam dan terlalu mencolok, bisa dipilih pada perlengkapan makan dan aksesoris, tapi tidak pada dinding ruangan,
Merah. Tepat untuk merangsang nafsu makan. Pilih warna merah tua dengan semburat magenta hingga keungu-unguan seperti buah terong.
Kuning. Kuning memberi rangsangan secara visual terhadap makanan yang tersaji
Hijau. Hijau terang, dapat merangsang nafsu makan, sehingga kegiatan makan menjadi makin berselera.
Terakota & Cokelat. Pilihan yang baik untuk ruang makan, karena memberi kesan hangat dan bersahaja.
Yang harus dihindari di ruang makan
• Hindari warna pink dan ungu tua, karena akan menekan nafsu makan.
• Jangan tempatkan lilin beraroma yang biasa dipakai di kamar tidur atau ruang tamu, karena akan merusak aroma makanan.
Jangan ragu memadu madan warna kursi, serta memasang satu kursi dengan bentuk berbeda yang tampil sebagai point of interest. Kursi berwarna biru dengan motif etnik, dikombinasi dengan kursi warna cokelat, dan warna biru. Untuk mejanya, terbuat dari material stainless steel berdesain unik, yang tampil senada dengan salah satu kursinya.(Koleksi : Artura, Kemang, Jakarta / Foto : Edo Simanjuntak)
Tambahkan table runner dengan sentuhan etnik, perlengkapan perangkat makan, serta hiasan lilin berwarna silver, sehingga menyatu dengan desain mejanya. (Koleksi : Artura, Kemang, Jakarta / Foto : Edo Simanjuntak)
Bentuk Meja
Untuk ruangan sempit, desain ruang makan ini bisa jadi pilihan. Terinspirasi dari tempat duduk di café-café, berupa sofa menerus dikombinasi dengan dua buah kursi, dengan meja berbentuk kotak yang simpel. Menariknya, bagian kaki meja sekaligus berfungsi sebagai area penyimpanan. (Lokasi : Apartemen Maple Park, Jakarta/ Foto : Ricky P)
Perangkat meja dan kursi makan kayu berdesain etnik memberi kesan santai dan homey. Tinggi kursi tidak terlalu tinggi, sehingga jauh dari kesan formal. (Lokasi : Kediaman Vivi & Lukas, Bekasi / Foto : Edo Simanjuntak)
Meja kecil tinggi berbentuk persegi empat, dilengkapi dengan kursi bar. Kaki meja didesain simpel dan melayang, agar tidak memakan banyak tempat. (Lokasi : kediaman Cinta Laura, Jakarta/Foto : Dadan Rukardan)
Kesan dan peruntukan.
- Bentuk persegi panjang. Berkesan formal, kapasitas 6-8 orang, cocok untuk ruang memanjang.
- Bentuk persegi empat. Pas untuk keluarga kecil, kapasitas 2-4 orang, cocok untuk ruangan mungil.
- Bentuk bundar/oval. Berkesan lebih akrab. Meja bundar/oval bisa juga ditempatkan di sudut ruang, namun menyisakan ruang.
Sebagai referensi desain, bisa digunakan mood board, yaitu papan yang berisi komposisi gambar-gambar yang bakal digunakan untuk mewujudkan desain yang diinginkan



















