kembang Sepatu (Hibicus Rosasinesis)- Si Populer yang Tak Pernah Pudar
- Kategori Induk: TIPS & ACCESSORIES
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Jumat, 29 Juli 2011 07:00
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 9413
- Cetak
- 29 Jul

Tak lekang diterpa jaman. Sebutan yang pantas ditujukan bagi tanaman perdu ini. Mudah dijumpai dimana-mana, dan kepopulerannya tak pernah pudar.Hibicus Rosasinesis begitulah sebutan latin yang disandang bunga sepatu yang sekilas mirip bunga mawar ini. Asal tahu saja, meskipun ia giat berbunga, kuntum bunganya hanya berumur sehari.
Namun demikian di pucuk rantingnya selalu menyembul banyak kuncup bunga, yang akan mekar terbuka secara bergilir. Pasalnya, hampir seluruh rantingnya memiliki cikal bakal bunga baru, terutama di musim kemarau. Tak hanya itu, tanaman yang memiliki bunga beraneka warna ini, juga memiliki bentuk dan ukuran beragam. Ada yang berkelopak tunggal, dan ada juga yang berkelopak ganda (bertumpuk-tumpuk). Ada juga yang menjuntai –karena tangkai bunganya cukup panjang –ada pula yang tangkainya pendek dan menempel pada ranting. Rata-rata semuanya berwarna cerah seperti merah meskipun ada juga yang berwarna putih.
Perdu tinggi
Sebagai tanaman tropis yang umumnya berasal dari Mexico, Brazil atau Afrika Utara, bunga sepatu merupakan tanaman yang rajin berbunga sepanjang tahun. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai 2 - 3 m, tergantung dari jenisnya. Jenis orisinil biasanya lebih tinggi daripada jenis hibrida, serta memiliki cabang dan ranting yang sangat rajin muncul dari batang kayu utama. Karenanya tanaman ini perlu sering dipangkas. Ranting-ranting yang berada di dekat batang sebaiknya dikurangi supaya tempat itu tidak lembab dan ditumbuhi jamur atau kutu.
Perdu tinggi
Sebagai tanaman tropis yang umumnya berasal dari Mexico, Brazil atau Afrika Utara, bunga sepatu merupakan tanaman yang rajin berbunga sepanjang tahun. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai 2 - 3 m, tergantung dari jenisnya. Jenis orisinil biasanya lebih tinggi daripada jenis hibrida, serta memiliki cabang dan ranting yang sangat rajin muncul dari batang kayu utama. Karenanya tanaman ini perlu sering dipangkas. Ranting-ranting yang berada di dekat batang sebaiknya dikurangi supaya tempat itu tidak lembab dan ditumbuhi jamur atau kutu.