Belajar Ilmu Arsitektur
- Kategori Induk: PROPERTY & REFERENSI BISNIS
- Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2015 08:53
- Ditayangkan: Rabu, 22 April 2009 16:59
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 9585
- 22 Apr
Bagi lulusan teknik sipil, sebenernya ilmu arsitektur tentunya tidak terlalu asing, sebab teknik sipil mempunyai korelasi yang erat dengan arsitektur. Artinya arsitektur tidak bias berdiri tanpa Teknik sipil. Tapi bagi Wahyu budi Utomo, seorang manager Teknik dari sebuah perusahaan konsultan di Magetan Jawa Timur, merasa harus belajar ilmu Arsitektur. “Banyak kendala dilapangan jika kita tidak mengetahui paling tidak sedikit ilmu arsitektur, sebab setiap ilmu mempunyai bahasanya masing-masing” kata pria 27 tahun.
“Makanya itu saya sering membeli buku-buku atau majalah arsitektur untuk menambah wawasan” Lanjut penghobby music ini. “Selain menambah wawasan saya tentang arsitektur, ternyata majalah-majalah arsitektur yang saya beli, sering memberikan inspirasi ketika saya mau merenovasi rumah. “
Saat ini proyek yang ditangani oleh Alumnus Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang, kebanyakan adalah proyek-proyek dari pemerintah daerah.
Seperti jembatan, jalan, saluran. Tapi ketika harus menangani proyek swasta, seperti rumah atau bangunan lainnya, biasanya owner mempunyai permintaan-permintaan tertentu yang didalam ilmu teknik sipil tidak ada, contohnya adalah ketika mereka minta rumah didesain minimalis, klasik atau mediterania.
“Saya biasanya minta ditemani arsitek, soalnya mereka lebih ngerti yang seperti itu.” Nah, dari situ pria yang baru saja melepaskan masa lajangnya beberapa bulan yang lalu itu belajar sedikit-sedikit tentang ilmu arsitetur. “belajar kan tidak harus dibangku sekolah kan” kata budi memungkasi pembicaraan.



















